1.Ikan Bungkus

Sesuai namanya, makanan ini berupa ikan berbumbu yang dimasukkan ke dalam bungkusan. Berbeda dengan pepes yang telah masyhur dimana-mana, sajian tersebut dikemas menggunakan daun talas. Ikan yang dipilih pun menyesuaikan selera pembuat. Proses memasaknya cukup mudah, setelah dibersihkan, bahan utama diberi bumbu rempah dan garam.Itu berguna untuk memberi rasa asin sekaligus menghilangkan getah pada pembungkusnya. Kemudian dibakar dengan api kecil sampai matang.
2.Sate Ulat Sagu

Sate anti-mainstream tersebut cukup terkenal di kalangan wisatawan. Jika di daerah Anda, rata-rata terbuat dari daging ayam atau kambing, Papua justru memakai bahan yang tidak biasa, yaitu ulat sagu. Koo, sebutan hewan itu, bagi masyarakat Indonesia pada umumnya mungkin sangat menjijikkan dan tidak layak dikonsumsi.Tapi, untuk warga Papua, Koo diyakini sebagai makanan yang bergizi dan mampu menambah energi. Di dalam dagingnya terdapat kandungan protein yang cukup tinggi, asam glutamat, asam aspartat, lisin, tirosin dan methionin. Ulat sagu mudah ditemukan, terutama di pohon-pohon yang sudah tua dan lapuk atau dipasar.
Biasanya, masyarakat pribumi menyantap hewan tersebut langsung dari pohonnya. Kalau Anda tidak berani, bisa mencoba yang sudah diolah seperti sate ulat sagu ini. Ada rasa manis dan asin yang dihadirkan. Tekstur dari dagingnya sendiri keras di luar dan lunak di dalam. Silakan datang ke Raja Ampat untuk icip-icip sambil menikmati panorama alamnya.
3.Abon Gulung

Kota Sorong memiliki hidangan yang sesuai untuk lidah masyarakat Indonesia, yaitu abon gulung. Berbeda dengan roti gulung pada umumnya, jajanan yang cukup terkenal di Kota Minyak ini berukuran lebih besar. Tidak hanya itu, abon yang tersimpan dalam rotinya pun sangat banyak dan membuat rasa gurihnya semakin kuat.
Roti berbentuk bulat lonjong dengan warna kecoklatan tersebut juga ditaburi wijen untuk mempercantik presentasinya. Anda bisa mendapatkan abon gulung di toko kue atau oleh-oleh di Sorong. Tapi, perlu diperhatikan bahwa makanan ini tidak tahan lama. Jadi, kalau dijadikan buah tangan harus segera dimakan atau disimpan dalam lemari es begitu sampai di rumah.
4.Kue Lontar

Sepertinya, ini bisa menjadi salah satu makanan khas Papua yang cocok di lidah masyarakat Indonesia. Menurut sejarahnya, kue lontar dibawa oleh para penjajah dari Belanda berpuluh-puluh tahun yang lalu. Namanya bukan diambil dari sebuah tanaman, melainkan dulu kue ini disebut rontart, tapi karena sulit dilafalkan maka masyarakat Papua menggantinya dengan yang sekarang.Tampilannya sendiri menyerupai pie susu yang merupakan oleh-oleh dari Pulau Dewata. Tapi, camilan berbahan dasar telur ini dicetak menggunakan piring keramik, sehingga hasilnya lebih besar. Kue lontar biasanya dibuat menjelang lebaran dan Natal.
sumber : https://www.gotravelly.com/blog/makanan-khas-papua/
